Saat ini sistem tenaga surya atau solar sudah menjadi solusi alternatif untuk penuhi kebutuhan energi yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan baterai dalam sistem solar mempunyai kegunaan untuk menyimpan energi dari panel surya sehingga bisa digunakan ketika malam hari atau saat cuaca mendung. Karena baterai bertugas untuk menyimpan energi dalam skala besar maka berpotensi alami risiko terutama jika tidak diterapkan protokol keamanan baterai dengan benar.
Jenis Baterai Tenaga Surya
Baterai penyimpanan sistem tenaga surya mempunyai cara kerja dengan memberikan kemampuan untuk mengambil energi terbarukan dari sistem fotovoltaik kemudian menyimpannya untuk penggunaan berikutnya. Energi tersebut lalu disimpan sebagai listrik arus searah dan ketika digunakan listrik tersebut akan diubah menjadi listrik arus bolak-balik yang bisa digunakan di rumah Anda.
Ada 4 jenis utama baterai penyimpanan untuk sistem tenaga surya yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, yaitu:
- Baterai ion lithium
- Baterai timbal-asam
- Baterai aliran
- Baterai berbahan dasar nikel
Masing-masing jenis baterai mempunyai spesifikasi yang berbeda meliputi daya tahan, durasi pemakaian, kapasitas penyimpanan dan tingkat efisiensi penggunaan baterai. Dari ke empat jenis tersebut, baterai lithium-ion menjadi jenis baterai penyimpanan untuk sistem tenaga surya yang paling populer karena mempunyai daya tahan dan tingkat efisiensi yang terbaik.
Perawatan dan Tips Pastikan Keamanan Penggunaan Baterai
Jika Anda menggunakan sistem tenaga surya dengan baterai penyimpanan, maka sangat penting untuk bisa melakukan perawatan baterai yang digunakan, yakni:
Lakukan pemeriksaan rutin
Usahakan untuk bisa memantau kondisi baterai secara teratur, termasuk untuk hal tegangan, suhu dan arus baterai. Hal tersebut penting dilakukan untuk bisa mendeteksi masalah baterai secara dini sebelum terjadi masalah yang serius dan berdampak fatal.
Bersihkan baterai
Pastikan menjadwalkan waktu untuk membersihkan baterai dari kotoran dan debu secara berkala. Anda bisa menggunakan sikat atau kain lembut dengan bulu halus untuk bersihkan permukaan baterai. Ingat, untuk keamanan dan keselamatan pastikan untuk melakukannya dalam kondisi sistem tenaga surya tidak aktif atau menyala.
Periksa kabel dan sambungan baterai
Periksa dengan seksama untuk memastikan tidak ada kabel dan sambungan baterai yang longgar atau rusak yang berisiko bisa mengganggu kinerja baterai. Segera lakukan pemasangan ulang jika kabel longgar dan ganti kabel jika terjadi aus atau kerusakan.
Jaga suhu baterai yang terpasang tetap optimal
Jika baterai dipasang dengan suhu yang terlalu rendah atau tinggi maka bisa berisiko untuk berpengaruh pada performa baterai. Usahakan baterai terpasang di lingkungan dengan suhu optimal, umumnya dengan besaran 20-30 Celcius.
Gunakan charge controller
Memanfaatkan penggunaan charge controller pada sistem PLTS bisa membantu menghindari terjadinya overcharging yang bisa merusak baterai. Merupakan sebuah perangkat yang mempunyai cara kerja untuk mengatur proses pengisian baterai sehingga tak terpapar oleh kelebihan energi.
Lakukan equalization charge
Equalization charge merupakan sebuah proses pengisian baterai pada tegangan yang sedikit lebih tinggi dari biasanya. Cara ini sangat membantu untuk mengatur ulang sel-sel baterai dan memastikan kapasitasnya agar tetap konsisten.
Jaga kelembapan lingkungan sekitar baterai
Usahakan untuk bisa menjaga lingkungan sekitar baterai sistem PLTS mempunyai tingkat kelembapan yang stabil serta sesuai rekomendasi produsen. Perlu diketahui bahwa tingkat kelembapan yang terlalu tinggi atau rendah bisa berpengaruh pada performa baterai sistem solar.
Terapkan siklus pengisian baterai yang tepat
Dengan menggunakan siklus pengisian baterai yang tepat bisa membantu menjaga daya serta masa pakai baterai dengan baik. Pastikan untuk segera melakukan pengisian ulang baterai saat kapasitasnya sekitar 20-30%. Hindari proses pengisian ulang baterai yang dilakukan secara berlebihan atau penggunaan baterai hingga habis sepenuhnya.
Hindari terjadinya overdischarging
Overdischarging merupakan sebuah kondisi di mana terjadi penggunaan baterai hingga habis yang berisiko merusak sel baterai secara permanen.
Ada beberapa hal yang bisa terjadi jika baterai penyimpanan sistem PLTS tak dirawat dengan benar yang berakibat pada gagalnya sistem baterai yaitu:
- Kebakaran baterai yang dikarenakan sel baterai yang mudah untuk terbakar
- Keluarnya asap beracun dari baterai yang terbakar
- Terjadi kebocoran yang disebabkan oleh adanya cacat produksi sehingga berisiko terjadi kebakaran
- Terjadi overcharging dan overheating
- Terjadi korsleting listrik
- Ledakan baterai
- Penurunan umur baterai
Cara Memastikan Protokol Keamanan Penggunaan Baterai Sistem Tenaga Surya
Di bawah ini adalah beberapa cara untuk memastikan protokol keamanan penggunaan baterai sistem tenaga surya terdiri dari:
Pemilihan baterai yang berkualitas
Usahakan hanya menggunakan baterai dari produsen yang terpercaya yang sudah mempunyai sertifikasi standar keselamatan internasional. Umumnya pada baterai terdapat kode sertifikasi standar keselamatan internasional berikut; IEC 62133, UN38.3 atau UL1973.
Terdapat sistem BMS pada baterai yang digunakan
Sistem manajemen baterai atau BMS merupakan perangkat yang berfungsi sebagai otak untuk mengendalikan baterai. Ada banyak kegunaan BMS ini diantaranya adalah untuk mencegah terjadinya overcharging dan over-discharging, mengatur suhu operasi, seimbangkan sel baterai serta adanya peringatan dini jika terjadi risiko anomaly. Sistem BMS juga memungkinkan pengguna sistem solar untuk melakukan pengawasan pada kinerja sistem sehingga sangat bagus untuk mencegah adanya risiko yang berbahaya.
Manajemen suhu baterai
Pastikan untuk menyimpan baterai di tempat yang mempunyai sirkulasi udara yang bagus untuk terhindar dari risiko penumpukan gas atau panas yang berbahaya. Baterai surya tak boleh disimpan di tempat yang mempunyai suhu yang ekstrem karena bisa membuat sistem baterai alami kerusakan. Risiko berikutnya adalah bisa memunculkan bahaya kebakaran yang disebabkan karena panas berlebih.
Lakukan instalasi dan pemeliharan oleh ahlinya
Pemasangan sistem baterai penyimpanan untuk sistem tenaga solar harus dilakukan oleh staf ahli yang profesional. Begitu juga dengan pemeliharaan yang dilakukan, sehingga bisa menilai risiko sekaligus melakukan inspeksi secara berkala. Sistem penyimpanan untuk baterai solar Anda wajib memenuhi semua persyaratan lokal seperti kode bangunan hingga kode bangunan.
Berikan pengaman dari faktor eksternal
Anda bisa menggunakan perangkat enclosure atau kotak pelindung khusus baterai solar untuk melindunginya dari debu, benturan fisik hingga kelembapan.
Gunakan sistem pemadam kebakaran otomatis
Jika Anda menggunakan sistem tenaga surya berskala besar, maka bisa melengkapi sistemnya dengan pemadam kebakaran yang bekerja otomatis dengan basis gas.
Siap memasang sistem solar yang aman di rumah Anda? Segera konsultasikan kebutuhan tenaga surya beserta sistem baterai solar dengan tim ahli dari JARWINN sekarang juga. Kunjungi website JARWINN untuk dapatkan penawaran khusus dan inspeksi awal.
Frequently Asked Questions
Apa itu SCC pada panel surya?
SCC adalah peralatan elektronik yang digunakan untuk mengatur arus searah yang diisi ke dalam baterai dan diambil dari baterai ke beban. Solar charge controller mengatur overcharging (adanya kelebihan pengisian karena baterai sudah penuh) dan kelebihan tegangan dari panel surya.
Apa saja tindakan pencegahan keselamatan untuk baterai surya?
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan keamanan baterai tenaga surya. Baterai surya tak boleh disimpan di tempat dengan suhu yang ekstrem karena bisa menyebabkan adanya kerusakan baterai. Selanjutnya ini bisa menimbulkan adanya bahaya kebakaran, karena panas bisa menciptakan adanya tekanan dan berdampak pada ledakan baterai.
Apa jenis baterai yang umum digunakan dalam sistem PLTS?
Baterai solar panel merupakan jenis baterai isi ulang atau rechargeable yang berguna untuk menyimpan energi yang dihasilkan dari PLTS atau panel surya.
Apa itu MPPT pada panel surya?
Hambatan pada panel surya bisa dihitung berdasarkan tegangan keluaran dan arus keluaran dari panel surya dalam Persamaan 5 (Ayop&Tan, 2018). Maximum Power Point Tracking (MPPT) digunakan untuk melacak titik daya maksimum berdasarkan kurva karakteristik.



