Skip to content

Tips Memilih Baterai untuk Proyek Solar Panel Industri

Tips Memilih Baterai untuk Proyek Solar Panel Industri

Energi terbarukan menjadi solusi menuju sumber energi berkelanjutan pada berbagai sektor. Tidak terkecuali sektor industri, yang mulai menggunakan panel surya. Ini menjadi strategi penghematan energi dan efisiensi jangka panjang.

Baterai penyimpanan energi menjadi elemen krusial dari sistem solar panel industri. Penggunaan baterai yang tidak tepat bisa mengakibatkan sistem tidak mampu bekerja secara efisien. Parahnya bisa mengakibatkan kerugian. Sehingga, penting untuk memilih baterai secara cermat berdasarkan kebutuhan teknis, ekonomi, dan juga keberlanjutan.

Apa Itu Baterai pada Solar Panel?

Mari kita mulai pembahasan dari pengertian baterai pada solar panel, yang tentu berbeda dengan baterai pada umumnya. Baterai di sini merupakan sistem penyimpanan energi surya atau disebut juga bank daya surya. Fungsinya untuk menyimpan daya saat ada sinar matahari. Nantinya, daya yang tersimpan bisa digunakan pada saat matahari terbenam.

Baterai pada solar panel mampu meningkatkan keandalan sistem energi surya. Saat pemadaman listrik, baterai menyediakan daya cadangan. Sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap jaringan listrik. Terlebih untuk kebutuhan industri yang menuntut beban energi lebih besar. Industri bukan hanya membutuhkan sistem penyimpanan dengan kapasitas besar, tetapi juga tahan lama dan andal.

Jenis Baterai untuk Solar Panel Industri

Keberadaan baterai ini cukup krusial dalam menunjang operasional industri. Secara umum, baterai deep cycle cocok untuk industri karena mampu menghasilkan arus listrik stabil dalam waktu panjang. Jenis baterai ini terbagi ke dalam dua jenis, diantaranya:

Baterai Flooded Lead Acid (FLA)

Jenis baterai FLA ini dikenal sebagai aki atau accu basah. Hal ini karena sel dalam aki terendam cairan elektrolit agar fungsinya optimal. Anda bisa mengidentifikasi dari katup pengisian cairan elektrolit yang ada di tiap katup.

Baterai Valve Regulated Lead Acid (VRLA)

Baterai VRLA sudah banyak digunakan karena harganya relatif terjangkau. Perawatannya pun tidak sekompleks aki basah. Hal ini karena VRLA sudah dirancang khusus sehingga cairan elektrolit tidak bocor, tumpah atau menguap. 

Jenis baterai ini memiliki katup ventilasi terbuka sebagai tempat pembuangan gas yang dihasilkan dari reaksi kimia. Karena tidak adanya katup pengisian cairan elektrolit, baterai ini sering kali disebut sebagai baterai Maintenance Free.

Baterai VRLA terbagi ke dalam dua jenis berdasarkan konstruksi internal, diantaranya baterai VRLA AGM dan VRLA Gel. Pada baterai VRLA AGM, ada pemisah atau separator yang terdiri atas fiberglass yang ada diantara pelat sel. Tujuannya menyerap cairan elektrolit, sehingga tersimpan di dalam pori-pori fiberglass.

Nah, fiberglass ini fungsinya serupa dengan handuk yang mampu menyerap air. Sementara pada baterai VRLA Gell, ada cairan elektrolit kental layaknya gel atau puding. Adanya silika gel ini membuat baterai menjadi lebih stabil. 

Tips Memilih Baterai untuk Solar Panel

Untuk kebutuhan industri yang jelas-jelas komersial, Anda harus hati-hati dalam pengambilan keputusan. Termasuk memilih baterai solar panel untuk efisiensi jangka panjang. Berikut ini beberapa tips yang bisa menjadi acuan untuk Anda.

Tujuan dan Ukuran Baterai

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah menentukan tujuan penggunaannya. Pertimbangkan apakah Anda akan menggunakannya untuk sistem surya off grid, grid tied atau daya cadangan. Perhatikan juga berapa kebutuhan dayanya, karena berpengaruh terhadap kapasitas dan ukuran baterai. Sebagai informasi, jenis baterai terbaik untuk kebutuhan solar panel biasanya berukuran cukup besar.

Kapasitas Baterai

Kapasitas baterai merujuk pada jumlah energi yang mampu tersimpan dalam baterai. Biasanya kapasitas ini diukur dalam kWh. Nah, sebagai pebisnis tentu menginginkan baterai yang mampu mengakomodir kebutuhan energi pada industri. 

Sebelum mengambil keputusan pembelian, dokumentasikan nilai daya peralatan dan konsumsi energi industri. Ini sangat membantu menentukan baterai apa yang paling cocok untuk kebutuhan bisnis Anda.

Daya Tahan Baterai

Usia baterai menjadi hal yang penting untuk Anda pertimbangkan. Biasanya diukur dari jumlah siklus pengisian dan pengosongan daya dalam kurun waktu tertentu. Sebelum kinerja dan kapasitasnya menurun secara signifikan. 

Misalnya, baterai VRLA biasa bisa bertahan antara 200 sampai 1000 siklus tergantung dari pola penggunaannya. Sementara baterai Li-ion bisa bertahan sampai beberapa ribu siklus. Tentu, baterai dengan usia pakai lebih lama menawarkan solusi hemat biaya dan berkelanjutan. Daripada baterai yang memiliki masa pakai lebih pendek.

Efisiensi Baterai

Efisiensi baterai ini berpengaruh pada banyaknya energi surya yang tersimpan dalam baterai untuk penggunaan selanjutnya. Biasanya berupa rasio jumlah energi tersimpan dalam baterai dibandingkan jumlah energi yang masuk dalam baterai.

Sebagai contoh, Anda memasukkan 100 kWh energi dalam baterai, namun hanya 80 kWh yang bisa tersimpan. Artinya, efisiensi baterainya menjadi 80 persen. Semakin tinggi efisiensi baterai, menandakan banyaknya energi yang tersimpan dalam baterai. 

Peringkat Daya

Peringkat daya merujuk pada jumlah daya maksimum yang bisa disalurkan baterai dalam waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dalam W (watt) atau kW (kilowatt). Ini menentukan jumlah energi yang bisa disalurkan baterai ke dalam sistem atau beban.

Pemilihan peringkat daya baterai disesuaikan dengan persyaratan khusus dari sistem energi surya. Misalnya Anda akan menggunakan panel surya untuk beban besar atau beberapa beban sekaligus. Artinya peringkat daya yang dibutuhkan semakin tinggi untuk memastikan pasokan energi memadai.

Biaya

Dalam penggunaan untuk kebutuhan industri, tentu biaya menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan. Hal ini termasuk biaya pembelian baterai, perkiraan masa pakai, efisiensi, dan perawatannya. 

Membeli baterai dengan harga tinggi, memungkinkan nilai ekonomis untuk jangka panjang. Karena masa pakainya lebih panjang, efisiensi lebih tinggi, dan perawatannya lebih mudah. Sementara beberapa jenis baterai murah, biasanya memiliki masa pakai pendek dan butuh perawatan rutin. 

Dalam dunia industri, keputusan mengadopsi energi surya harus rasional, berbasis data, dan mempertimbangkan jangka panjangnya. Baterai bukan sekadar pelengkap, tetapi penentu efisiensi dan keberlanjutan dari sistem solar panel.

Anda masih bingung menentukan jenis baterai yang tepat? Jangan ragu segera konsultasikan dengan Jarwinn. Siap menjadi solusi penggunaan energi terbarukan mulai dari perencanaan hingga implementasi. Hubungi sekarang dan wujudkan industri lebih hemat dan berkelanjutan!

Frequently Asked Questions

Apa fungsi baterai dalam sistem solar panel industri?

Baterai berfungsi untuk menyimpan energi sinar matahari untuk digunakan saat malam hari atau pemadaman listrik. 

Jenis baterai apa yang cocok untuk kebutuhan industri?

Baterai deep cycle seperti Flooded Lead Acid (FLA), VRLA AGM, VRLA Gell, dan Li-ion umum digunakan karena lebih stabil dan tahan lama.

Berapa usia pakai baterai solar panel?

Tergantung dari jenisnya, mulai dari 200 – 1000 siklus untuk jenis VRLA hingga beberapa ribu siklus untuk Li-ion. Namun, bergantung pula pada pola pemakaian dan perawatan.

Bagaimana cara menentukan kapasitas baterai?

Hitung kebutuhan energi harian industri dan sesuaikan dengan kapasitas baterai dalam kWh. Sehingga sistem bisa bekerja optimal tanpa kehabisan daya.

Bagaimana cara merawat baterai solar panel agar tahan lama?

Gunakan sesuai kapasitasnya. Hindari overcharge, simpan di suhu ideal, dan periksa secara berkala jika menggunakan jenis baterai yang tidak bebas perawatan.