Solar Hybrid vs On-Grid; Panduan Memilih Sistem Tenaga Surya yang Tepat

· Solar Jarwinn

Memilih sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya sangat tergantung dari faktor kebutuhan energi, anggaran yang dimiliki serta kondisi lingkungan. Saat ini PLTS menjadi salah satu solusi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah perkotaan khususnya. Dengan cara memanfaatkan paparan sinar matahari untuk dijadikan sumber energi sangat cocok untuk diterapkan di area perkotaan.

Pengertian Sistem PLTS Solar Hybrid dan On Grid

Kesadaran akan pentingnya keberlanjutan ditambah dengan semakin meningkatnya kebutuhan energi di kalangan masyarakat menjadikan sistem PLTS menjadi pilihan alternatif terbaik khususnya di area perkotaan. Tersedia dua sistem PLTS yaitu Solar Hybrid dan On-Grid yang akan kita bahas perbedaannya, kelebihan dan kekurangannya berikut ini.

1. Sistem Solar Hybrid

Sistem solar hybrid merupakan sebuah sistem tenaga surya yang menggabungkan panel surya dengan baterai penyimpanan energi namun tetap terhubung pada jaringan listrik. Dalam sistem ini, energi listrik yang dihasilkan bisa digunakan secara langsung baik untuk disimpan dan digunakan nanti ketika dibutuhkan atau disalurkan ke jaringan. Sistem tenaga surya ini sangat tepat jika digunakan di area yang sering terjadi pemadaman listrik atau mempunyai tarif listrik bervariasi besarnya.

Prinsip kerja sistem tenaga surya Solar Hybrid adalah dengan menggunakan baterai yang dipakai untuk menyimpan energi listrik cadangan untuk dipakai di malam hari dan selama cuaca buruk. Namun sistem tenaga surya ini juga terikat dengan jaringan yang bertujuan untuk memasok listrik berlebih yang dihasilkan kembali sekaligus memanfaatkan tarif ekspor murah yang akan dibayar oleh pihak PLN.

Kelebihan sistem tenaga surya Solar Hybrid yaitu:

  • Baterai sangat ideal untuk digunakan di beberapa daerah yang sering terjadi pemadaman listrik karena energi yang tak terpakai pada siang hari bisa disimpan dalam baterai
  • Sistem ini bisa memberikan daya listrik pada rumah sepanjang malam dan siang secara efektif dan efisien
  • Sistem yang sangat andal karena cadangan daya listrik dari jaringan listrik serta perangkat baterai
  • Ketika kapasitas penyimpanan energi dalam baterai habis, kelebihan energi listrik yang tak digunakan akan di ekspor ke jaringan listrik. Hal tersebut bisa berdampak pada penghematan besar dan pemotongan tagihan listrik sehingga sangat menguntungkan konsumen

Kekurangan penggunaan sistem tenaga surya Solar Hybrid yaitu:

  • Biaya pemasangan sistem tenaga surya Solar Hybrid jauh lebih mahal karena adanya biaya penggabungan inverter hibrida dan baterai surya
  • Penggunaannya membutuhkan penanganan dan pemeliharaan baterai yang benar
  • Sistem tenaga surya Solar Hybrid mempunyai masa pemakaian baterai lebih rendah, kurang lebih sekitar 7 hingga 14 tahun

2. Sistem Solar On-Grid

Sistem On-Grid atau yang dikenal dengan Gried Tied merupakan sebuah sistem tenaga surya yang menghubungkan panel surya secara langsung menuju ke jaringan listrik umum. Energi yang dihasilkan dari sistem tenaga surya tersebut kemudian bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan lainnya.

Selanjutnya kelebihan energi yang ada akan disalurkan kembali ke jaringan melalui sebuah mekanisme net metering, sebuah sistem yang menguntungkan pemilik rumah untuk memperoleh kredit atau pengurangan tagihan listrik.

Berikut prinsip kerja dari sistem tenaga surya On-Grid:

  1. Panel surya On-Grid terdiri dari modul surya yang terdiri dari sel surya individu terbuat dari silicon dan mempunyai sifat semikonduktor
  2. Konversi DC menjadi AC, yang disebabkan listrik DC yang dihasilkan dari panel surya tak bisa langsung digunakan oleh sebagian besar alat rumah tangga
  3. Listrik AC yang dihasilkan oleh panel surya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik seperti peralatan, alat elektronik dan lampu
  4. Setelah listrik DC dikonversi menjadi listrik AC, yang terhubung pada jaringan listrik melalui perangkat meteran bi-direksional
  5. Sistem surya On-Grid menggunakan net metering yang bekerja untuk mengembalikan daya listrik berlebih yang tak dikonsumsi oleh beban untuk mengalirkan kembali ke jaringan

Kelebihan dari sistem tenaga surya On-Grid adalah:

  • Biaya awal yang lebih rendah dan terjangkau karena pemasangan sistem tenaga surya On-Grid tak membutuhkan perangkat baterai
  • Membutuhkan pemeliharaan yang minimal karena secara sederhana sistem ini tak mempunyai komponen penyimpanan energi
  • Mempunyai efisiensi tinggi karena energi listrik akan langsung disalurkan ke jaringan untuk digunakan oleh konsumen

Penting untuk diketahui bahwa sistem PLTS On-Grid terhubung dengan jaringan listrik dari PLN yang berlaku untuk PLTS On-Grid reguler dan hybrid. Cara kerjanya adalah panel surya akan bekerja selama waktu pagi hingga sore hari ketika matahari sedang bersinar dengan terik. Selama waktu tersebut, konsumen bisa menikmati energi listrik hasil produksi panel surya.

Sedangkan pada waktu malam hari di mana tidak ada sinar matahari, barulah konsumen menggunakan listrik dari PLN. Cara ini dianggap bisa menekan biaya pengeluaran untuk tagihan listrik secara efektif.

Kekurangan dari sistem tenaga surya On-Grid adalah:

  • Mempunyai ketergantungan pada jaringan untuk mendapatkan pasokan energi ketika malam hari atau ketika cuaca sedang mendung sehingga tak muncul matahari
  • PLTS On-Grid reguler tak menggunakan perangkat baterai untuk menyimpan cadangan daya listrik. Hal tersebut menyebabkan konsumen tak mempunyai cadangan daya listrik ketika terjadi pemadaman listrik

Kesimpulan

Setelah menyimak perbandingan kedua jenis sistem tenaga surya tersebut maka ada persamaan antara keduanya. Kedua sistem tenaga surya memiliki kinerja yang sama untuk mengubah energi surya menjadi daya DC yang selanjutnya diubah menjadi daya AC oleh inverter yang digunakan untuk mengoperasikan berbagai alat elektronik rumah tangga.

Sedangkan perbedaannya adalah sistem tenaga surya On-Grid lebih tepat digunakan untuk mereka yang membutuhkan solusi pemenuhan kebutuhan energi listrik yang hemat biaya dengan pemeliharaan rendah. Sedangkan untuk sistem tenaga surya Solar Hybrid lebih menawarkan sistem yang andal dan fleksibel meskipun untuk biaya awal yang lebih mahal.

Anda bisa memilih sistem tenaga surya yang lebih baik dan lebih tepat sesuai anggaran keuangan dan kebutuhan penggunaan energi listrik sehari-hari di rumah tangga.

Berminat untuk menggunakan sistem tenaga surya di rumah Anda? Kami menyediakan layanan konsultasi gratis untuk membantu memilih sistem yang paling tepat dan paling sesuai untuk Anda. Kunjungi website JARWINN untuk dapatkan informasi lengkapnya.

Frequently Asked Questions

Mana yang lebih baik, on grid, off grid atau hibrida?

Sistem on-grid ideal untuk daerah dengan jenis jaringan listrik yang andal. Sistem off-grid mempunyai kinerja paling baik di lokasi terpencil yang tak mempunyai akses jaringan listrik. Sistem hybrid sangat cocok untuk daerah yang sering mengalami pemadaman listrik karena menggabungkan koneksi jaringan listrik dengan menggunakan cadangan baterai.

Apa perbedaan on-grid dan hybrid?

Perbedaannya yaitu dalam menerapkan sistem on-grid tak diperlukan baterai penyimpan cadangan energi listrik. Sementara untuk tipe Hybrid tetap diperlukan baterai walaupun ada cadangan listrik PLN.

Apa kekurangan utama dari PLTS on-Grid?

Kelemahan utama energi tenaga surya sistem on-grid yaitu ketergantungan terhadap jaringan listrik PLN. Bila terjadi pemadaman listrik, maka sistem tenaga surya tak bisa menyalakan perangkat elektronik apa pun di rumah Anda.

Apa PLTS on-Grid harus izin PLN?

Ya, sistem PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) on-grid di Indonesia membutuhkan adanya izin dari PLN (PT Perusahaan Listrik Negara). Hal tersebut dikarenakan sistem on-grid terhubung langsung dengan jaringan listrik PLN, sehingga memerlukan ada koordinasi dan izin untuk memastikan keamanan serta kelancaran operasional jaringan.

Apa kerugian dari on-grid?

Kerugian dari sistem on-grid adalah mereka tidak dapat menghasilkan energi surya dan mengurangi tagihan listrik Anda di malam hari atau pada saat tidak ada sinar matahari. Mereka memberi Anda insentif yang lebih sedikit untuk melakukan penghematan energi.