Di era serba digital ini, kebutuhan akan efisiensi penggunaan energi yang berkelanjutan semakin meningkat. Semua bangunan gedung industri maupun perkantoran, baik yang residensial, komersial maupun institusional diwajibkan untuk bisa menerapkan sistem kelistrikan yang tak hanya andal namun juga lebih hemat serta fleksibel. ESS Modular menjadi salah satu sistem penyimpanan energi yang inovatif dan kini populer digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Keunggulan Penggunaan ESS Modular untuk Gedung Bertingkat
Sistem ESS Modular menjadi salah satu alternatif solusi terbaik untuk membantu tingkatkan efisiensi energi terutama untuk gedung bertingkat. Dengan menggunakan ESS Modular maka bisa memberikan kemudahan untuk menyimpan jenis energi terbarukan seperti energi surya atau angin kemudian diintegrasikan penggunaannya dengan sistem kelistrikan utama pada gedung.
Hal tersebut menjadikan bangunan gedung bisa lebih mandiri dalam energi, mengurangi adanya ketergantungan pada jaringan listrik yang utama sekaligus untuk tingkatkan efisiensi energi listrik pada keseluruhan bangunan gedung.
Ada beberapa keunggulan dari penggunaan ESS Modular untuk energi listrik di gedung bertingkat yaitu:
Skalabilitas yang lebih mudah
Sistem penyimpanan energi listrik bisa dengan mudah dilakukan perluasan khususnya jika kebutuhan energi semakin bertambah. Mengingat setiap gedung mempunyai kebutuhan daya listrik berbeda-beda, maka ESS modular memberikan fleksibilitas untuk pengelola gedung bisa menyesuaikan kapasitasnya sesuai beban aktual dan pertumbuhan di masa yang akan datang. Hal tersebut bisa dilakukan tanpa harus mengganti keseluruhan sistem, namun hanya beberapa bagian saja.
Efisiensi Energi dan Biaya
Penggunaan ESS Modular memungkinkan adanya penyesuaian kapasitas penyimpanan energi yang disesuaikan dengan kebutuhan energi listrik pada gedung. ESS memungkinkan penyimpanan energi ketika tarif listrik rendah (off-peak) kemudian memanfaatkannya ketika tarif tinggi (peak). Hal tersebut bisa membantu biaya operasional listrik secara optimal.
Power backup listrik yang bekerja otomatis
Pada saat listrik dari PLN alami pemadaman, sistem ESS akan secara otomatis akan memberikan pasokan energi pada beberapa beban operasional gedung yang penting diantaranya lampu darurat, lift hingga sistem keamanan. Hampir tak ada waktu jeda seperti penggunaan genset konvensional.
Lebih ramah lingkungan
ESS diketahui bisa bekerja tanpa menghasilkan gas emisi ataupun polusi suara. Sehingga sangat tepat digunakan untuk gedung bertingkat yang mempunyai konsep green building.
Mendukung integrasi dengan energi terbarukan
Sistem ESS diketahui cukup kompatibel dengan sistem panel tenaga surya. ESS memudahkan proses integrasi sumber energi yang terbarukan seperti energi surya atau angin sehingga bisa meningkatkan keberlanjutan gedung.
Dengan kata lain, ESS bisa menyimpan energi matahari di siang hari kemudian digunakan ketika malam hari atau saat beban puncak. Sistem penyimpanan energi ini juga bisa menyimpan energi ketika permintaan rendah kemudian melepasnya ketika momen peak load.
Dampaknya adalah untuk menjaga stabilitas jaringan dan efektif mengurangi biaya listrik. ESS modular bisa digunakan sebagai cadangan daya listrik terutama jika terjadi pemadaman listrik, hal tersebut pastinya akan membuat operasional gedung tetap stabil dan lancar.
Sistem pengaturan ruang yang lebih fleksibel
Sistem ESS mempunyai desain modular, sehingga memungkinkan untuk dilakukan pemasangan meski di ruang terbatas sekalipun. Misalnya seperti ruang listrik lantai dasar atau ruang teknis yang ada di atap gedung (rooftop).
Secara umum sistem penyimpanan energi meliputi dua komponen utama yaitu sistem konversi daya yang menangani konversi AC ke DC dan DC ke AC dengan energi yang mengalir ke baterai untuk mengisi dayanya. Komponen yang kedua adalah sistem manajemen baterai (BMS) yang digunakan untuk pengisian daya, penyeimbangan dan pemantauan kesehatan sel baterai.
Komponen Utama Sistem ESS
Sistem ESS terdiri dari beberapa komponen utama yang memiliki peranan penting untuk kegunaan sistem penyimpanan energi ESS secara keseluruhan yaitu:
- Perangkat penyimpanan energi yang menjadi bagian inti dari ESS dengan fungsi untuk menyimpan energi listrik
- Sistem Manajemen Baterai (BMS), yang berfungsi untuk melakukan monitor dan mengelola tegangan, suhu, arus dan status pengisian daya baterai untuk memastikan pengoperasian baterai berlangsung aman
- Sistem Manajemen Energi (EMS), berfungsi untuk memonitor input dan output energi, mengelola waktu pengisian dan pengosongan perangkat penyimpanan energi serta memaksimalkan pengoperasian seluruh sistem ESS.
- Sistem pendinginan, berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu perangkat penyimpanan energi, khususnya untuk baterai penyimpanan energi mekanis
- Perangkat perlindungan seperti sekering, isolator, pemutus sirkuit dan perangkat pengardean yang digunakan untuk melindungi sistem penyimpanan energi listrik dari terjadinya korsleting, beban berlebih dan lainnya
- Sistem komunikasi yang berfungsi untuk menghubungkan sistem dengan sistem kontrol eksternal atau jaringan
- Sistem pemantauan dan pengendalian yang berguna untuk memantau dan melakukan kontrol data waktu secara real time
Semakin banyak perusahaan yang lebih memilih sumber energi terbarukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan di perusahaan atau bisnisnya karena beberapa hal berikut ini:
- Efektif meningkatkan keberlanjutan
- Bisa meningkatkan efisiensi energi
- Untuk mengelola risiko
- Melakukan penghematan energi dan efisiensi biaya terkait penyediaan energi listrik
- Hasilkan daya listrik di luar jaringan
- Meminimalisir adanya emisi gas buang sehingga aktivitas usaha lebih ramah lingkungan
Sistem ESS bisa digunakan untuk melengkapi dan mengurangi proses intermittensi tenaga surya maupun angin dengan cara menyimpan energi untuk penggunaan selanjutnya. Contohnya jika panel surya kinerjanya terpengaruh karena tertutup oleh awan atau hujan, maka ESS bisa membantu menjaga sumber pasokan daya yang lebih andal sekaligus memanfaatkan energi yang tersimpan ketika dibutuhkan.
ESS modular merupakan sebuah sistem penyimpanan energi yang berbasis baterai yang dirancang secara modular. Dalam artian unit penyimpan daya bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan penggunaan. Sistem ini selanjutnya akan menyimpan energi dari jaringan listrik atau sumber energi terbarukan seperti panel surya (jika menggunakan) kemudian mendistribusikannya secara efisien ketika dibutuhkan.
Lalu bagaimana sistem ESS bekerja? Prinsip dasar dari sistem ESS adalah untuk mengubah dan menyimpan energi yang didapatkan, kemudian melepaskannya ketika dibutuhkan. Melalui komponen converter, energi listrik yang didapatkan akan dirubah ke dalam bentuk yang lebih sesuai untuk penyimpanan. Biasanya diubah menjadi energi listrik yang disimpan ke dalam baterai lithium-ion.
Setelah menyimak penjelasan di atas tentang penggunaan ESS modular untuk efisiensi energi listrik di gedung bertingkat menjadi solusi terbaik yang efektif, efisien dan ramah lingkungan. Semua keunggulan yang dimilikinya bisa menjadi pilihan terbaik untuk pengelola gedung yang ingin membantu tingkatkan kualitas, keandalan dan keberlanjutan operasional gedung seoptimal mungkin.
Rencanakan efisiensi energi listrik di gedung bertingkat Anda dengan menggunakan solusi energi yang cerdas dan efisien. Dapatkan analisis kebutuhan ESS modular untuk gedung bertingkat Anda bersama tim JARWINN sekarang juga. Kunjungi JARWINN untuk dapatkan konsultasi gratis dari tim ahli kami.
Frequently Asked Questions
Bagaimana cara kerja ESS?
ESS memungkinkan pengguna untuk bisa mengubah sumber listrik mereka dengan cara menarik daya listrik dari baterai selama waktu atau jam siang hari yang lebih mahal. Kemudian dilakukan pengisian ulang daya listrik selama jam-jam malam yang lebih murah tarifnya. Metode ini banyak disebut sebagai metode peak shaving.
Apa itu inverter ESS?
Apa itu ESS? Sistem Penyimpanan Energi (ESS) adalah jenis sistem daya tertentu yang mengintegrasikan adanya koneksi jaringan listrik dengan Inverter/Pengisi Daya Victron, perangkat GX dan sistem baterai. Sistem ini bisa menyimpan energi matahari dalam baterai Anda di siang hari untuk digunakan nanti ketika matahari tak bersinar atau cuaca mendung.
Apa solusi ESS?
ESS menyediakan stabilitas dan ketahanan jaringan, untuk membantu mengelola puncak permintaan energi dan pada saat terjadi pemadaman listrik. Saat ini banyak yang berupaya untuk bisa mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam jaringan energi listrik yang digunakan. ESS menjadi salah satu komponen penting dari proses tersebut karena bisa menyediakan kelebihan energi yang disimpan hingga waktunya dibutuhkan.
Berapa lama baterai ESS bisa bertahan?
Umumnya baterai ESS didesain untuk bisa bertahan selama 10-20 tahun atau lebih. Baterai lithium besi fosfat (LiFePO4) merupakan jenis baterai penyimpanan yang populer karena daya tahan dan tingkat keawetannya. Selain itu baterai tersebut juga bisa memberikan layanan yang berkualitas selama kurang lebih dua dekade terutama jika dilakukan perawatan serta pemeliharaan dengan benar.
